9+ Warisan Budaya Takbenda Menarik dari Bali yang Perlu Anda Ketahui Sekarang
9+ Warisan Budaya Takbenda Menarik dari Bali - Baru-baru ini, Indonesia baru saja menambah koleksi warisan budaya takbenda yang sangat banyak. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, secara resmi menetapkan sembilan warisan budaya dari Bali sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Warisan budaya ini berkisar dari minuman hingga adat istiadat tradisional. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mendapatkan pengakuan dari negara dan melindungi warisan budaya pulau tersebut. Untuk merayakan penambahan sembilan warisan budaya dari Bali ke Warisan Budaya Takbenda Indonesia, mari kita lihat lebih dekat!
9+ Warisan Budaya Takbenda Menarik dari Bali
1. Arak Bali
Yang pertama dalam daftar adalah minuman beralkohol tradisional Bali. Dikenal sebagai arak, minuman ini dihasilkan dari fermentasi embun daun lontar (lebih dikenal sebagai lontar atau siwalan di Indonesia), atau pohon kelapa. Tetes dari pohon ini dimasak dengan api kecil dari kayu bakar kemudian disimpan dalam batang kelapa besar dengan tutup yang dilengkapi dengan pipa penyulingan. Selain memiliki rasa yang unik dan mampu memberikan kehangatan, arak juga memiliki beberapa manfaat pengobatan. Manfaat tersebut antara lain meredakan flu dan sariawan tropis.
2.Uyah Amed
Uyah Amed adalah garam laut Bali organik. Apa yang membedakan garam ini dengan garam lainnya terletak pada prosesnya. Masih dengan cara tradisional, pembuatan garam laut Bali dilakukan dengan cara menguapkannya secara manual menggunakan sinar matahari. Air asin disaring sekitar tiga sampai empat kali, kemudian dijemur dalam wadah tradisional yang terbuat dari pohon kelapa. Nantinya, air asin yang sudah mengkristal itu akan diambil dengan batok kelapa.
3. Jaja Laklak
Serabi adalah pancake Indonesia yang dapat ditemukan di seluruh nusantara, dan Bali memiliki cara tersendiri untuk membuat makanan penutup tradisional ini. Dikenal sebagai jaja laklak, serabi versi ini dibuat dengan bahan yang berbeda dari versi Jawanya. Jaja laklak terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan air dan pewarna alami seperti daun suji ( Dracaena angustifolia ). Kue kenyal ini juga disajikan dengan lelehan gula merah yang disebut kinca dan taburan parutan kelapa.
4.Lontar Bali
Penduduk setempat yang mempraktikkan adat tradisional adalah pemandangan yang biasa ditemui di Bali. Nenek moyang pulau telah melakukan yang terbaik untuk menjaga tradisi ini tetap hidup dengan mendokumentasikannya melalui lontar. Naskah kuno yang ditulis di atas daun lontar kering dengan nama yang sama ini memuat sejarah peradaban Pulau Dewata. Lontar biasanya terdiri dari berbagai naskah, mulai dari naskah suci, resep pengobatan, dan astronomi, hingga epos.
5. Sate Lilit
Berwisata kuliner keliling Bali tidak akan lengkap tanpa mencicipi sate lilit . Keistimewaan masakan Bali, sate ini bisa dibuat dengan berbagai jenis daging, mulai dari ayam, ikan, hingga babi. Perpaduan yang nikmat antara daging cincang halus, kelapa parut, air jeruk nipis, bawang merah, dan santan membuat sate lilit menonjol dari sate lain di Indonesia.
6. Pemijilan karya Ida Bhatara Sakti Ngerta Gumi
Diselenggarakan setiap 10 tahun sekali, Pemijilan Karya Ida Bhatara Sakti Ngerta Gumi merupakan upacara yang dilakukan sebagai salah satu cara masyarakat Bali untuk menunjukkan rasa syukur mereka terhadap nikmat Tuhan. Ribuan orang akan berkumpul di sebuah kuil untuk berdoa sementara beberapa orang lainnya diarak di atas kain kasa putih sepanjang 600 meter yang diisi dengan beras. Saat pawai berlangsung, peserta akan membawa pulang beras tersebut. Beras ini dipercaya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
7. Berko
Warisan budaya ini merupakan salah satu dari sekian banyak seni pertunjukan yang masih dilestarikan di Bali. Berko adalah tarian tradisional berusia 120 tahun yang berasal dari daerah Jembrana. Saat ini, hanya ada satu orang yang tersisa di Bali yang tahu bagaimana melakukan tarian ini, yaitu Dadong Barak. Menurutnya, Berko biasa dilakukan saat petani beristirahat dan sering diiringi dengan tabuhan gamelan bambu.
8. Mejaran-jaranan
Setiap budaya di seluruh Indonesia pasti memiliki permainan tradisional, tidak terkecuali budaya Bali. Mejaran-jaranan adalah permainan tradisional dari Bali yang sering diselenggarakan pada saat piodalan (perayaan ulang tahun candi). Permainan dilakukan dengan menempatkan sepuluh pemuda menjadi dua tim. Empat dari mereka harus membawa satu orang. Orang tersebut kemudian harus menjatuhkan yang lain untuk memenangkan permainan.
9. Serombotan
Keistimewaan Bali lainnya juga dimasukkan sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia, yaitu serombotan. Berasal dari daerah Klungkung, rujak ini mirip dengan urap yang sering ditemukan menemani banyak masakan khas Bali. Serombotan umumnya terdiri dari bayam, kangkung, kacang panjang, kacang hijau, tauge, terong, dan pare. Sayuran ini disajikan dengan kuah yang terbuat dari parutan kelapa yang dicampur dengan bumbu rempah khas Bali.
Penutup
Itulah tadi beberapa Warisan Budaya Takbenda Menarik dari Bali, mungkin sekian dulu penyampain mimin kali ini, sekian terima kasih buat yang sudah menyempatkan mampir ke web benaver ini.